Rabu, 14 Januari 2015

Rumah Makan Semarang


Butuh rekomendasi tempat makan di Palembang dengan harga terjangkau dan kualitas rasa oke? Datanglah ke rumah makan Semarang. Disana kita akan dihadapkan dengan puluhan menu makanan dan minuman. Rumah Makan Semarang umumnya memiliki menu masakan khas Jawa. Namun bukan itu saja, bahkan menu seperti sop iga bakar, cumi asam manis, hingga bistik daging juga tersedia disini.

Rumah Makan Semarang beralamat di jalan Basuki  Rahmad, sangat mudah dicari karena terletak tidak jauh dari Simpang Polda. Tempatnya yang strategis dan rasa masakannya yang enak membuat rumah makan ini selalu ramai oleh pengunjung, terutama saat jam makan. Yang membuat saya ketagihan singgah di rumah makan ini, yaitu karena mereka mampu menjaga kualitas rasa. Sejak pertama kali saya datang kemari sekitar tahun 2010 hingga nih tahun 2015, kualitas rasanya menurut saya tidak pernah berubah. Kalo untuk menu favorit, saya suka Sate Bebek dan Sop Iga Bakar. Soal harga, sangat terjangkau tentunya.

Umumnya pengunjung yang datang adalah keluarga, pegawai kantor, mahasiswa, pelajar, yang memang sengaja untuk makan disana karena sudah menjadi favorit mereka. Rumah makan ini cukup terkenal di Kota Palembang. Jika kalian belum tahu dengan rumah makan tersebut, boleh deh saya sarankan untuk dicoba!(kur)

Jumat, 09 Januari 2015

Masjid Besar dan Wisata Baitullah



Ada sesuatu yang menarik ketika saya Solat Jum’at di salah satu masjid. Saya baru pertama kali datang ke masjid tersebut. Masjid itu bernama Masjid Besar dan Wisata Baitullah.

Ternyata, di Kota Palembang terdapat sebuah masjid wisata. Masjid tersebut memiliki halaman yang cukup luas. Yang menarik perhatian saya, masjid tersebut memiliki gedung serbaguna yang diberi nama Graha Assalam, letaknya tepat disebelah kiri masjid. Bahkan jika kita berada di dalam masjid, kita dapat langsung melihat kedalam gedung serbaguna tersebut, karena antara masjid dan gedung serbaguna hanya dibatasi dinding kaca. Saya rasa, Masjid Besar Baitullah adalah satu-satunya masjid yang menyediakan gedung serba guna untuk repsepsi pernikahan di Kota Palembang.

Masjid Baitullah diresmikan tahun 1989. Letaknya berada di jalan  Sultan Mansyur Bukit Lama atau biasa disebut jalan Tangga Buntung. Untuk mencari masjid tersebut gampang, kita tinggal menyusuri jalan dari Bukit Siguntang kearah tangga buntung. Masjid tersebut memiliki tanah yang luas, menurut saya kalau dilihat halamannya seperti taman rekreasi keluarga. Di halaman masjid tersebut juga terdapat monumen berbentuk Al-Qur’an raksasa yang terbuat dari batu.

Disamping kanan dan bagian belakang terdapat gedung Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan dilengkapi dengan kantin masjid. Jika kita berkunjung pagi atau sore hari, kita akan melihat banyak anak-anak TPA yang bermain di halaman masjid.(kur)

Hal Wajib Saat Berkunjung ke Perpustakaan Daerah


Lebih dari satu tahun yang lalu terakhir kali saya datang ke Perpustakaan Daerah Sumatera Selatan. Agak canggung rasanya, saya seperti lupa apa saja hal wajib yang harus dilakukan ketika datang ke tempat tersebut. Sekarang saya kembali datang ke tempat ini untuk berdiskusi mengenai Tugas Akhir dengan partner saya. Dulu saya sering datang kesini untuk berdiskusi dan berkumpul bersama teman-teman Pers Mahasiswa. Namun setelah demisioner, saya seperti tidak ada alasan lagi untuk datang ke Perpustakaan Daerah.

Di Perpustakaan Daerah, kita bisa memanfaatkan berbagai fasilitas mulai dari peminjaman buku, wifi gratis, ruang diskusi, suasana yg nyaman, dan koleksi buku yang lumayan lengkap (bagi saya) untuk dijadikan referensi kuliah. Tentu ada beberapa fasilitas yang mengharuskan kita menjadi anggota terlebih dahulu. Tapi jangan takut, untuk menjadi anggota Perpustakaan Daerah gampang kok. Kita tinggal mengisi formulir melalui komputer yang telah disediakan. Selanjutnya kita mendatangi petugas administrasi untuk berfoto.

Saya sendiri menjadi anggota Perpustakaan Daerah Sumatera Selatan sejak Februari 2013. Untuk menjadi anggota, kita diwajibkan menyumbang, boleh menyumbang buku ataupun dalam bentuk uang untuk Perpustakaan Daerah. Kalau saya dulu menyumbangkan uang, minimal 10 ribu rupiah. Mudah-mudahan sekarang tidak bertambah jumlah sumbangannya.hehe

Mungkin diantara pembaca ada yang mengalami hal sama seperti saya, sudah lama tidak datang ke Perpustakaan Daerah atau mungkin juga baru akan datang untuk pertama kalinya. Agar tidak canggung, berikut ini saya rangkumkan langkah-langkah dan hal wajib yang kita lakukan saat datang ke Perpustakaan Daerah.

Pertama kita harus mengisi formulir tamu melalui komputer yang telah disediakan. Komputer untuk anggota dan non anggota dipisahkan. Untuk anggota ada disebelah kanan ketika kita masuk, dan yang non anggota ada disebelah kiri. Namun sewaktu saya datang, komputer form anggota yang ada di tempat biasa sedang rusak, dan dipindahkan ke meja petugas tempat kita biasa mengembalikan buku (tepat di depan tempat komputer biasa).

Selanjutnya kita wajib menitipkan tas atau jaket. Bawa semua barang berharga seperti HP, Laptop, dsb. Jangan ditinggalkan dalam tas demi keamanan. Tempat penitipan tas atau jaket ada di ruang sebelah meja form anggota. Dulu ketika akan menitipkan tas, ada petugas penitipan yang mengaturnya. Tapi sekarang kita menitipkan tas secara mandiri. Ambil nomor yang terletak di meja, masuk ke ruang penitipan, cari loker sesuai nomor. Setelah tas kita dititip dalam loker, kunci dan gantungkan kuncinya di dinding yang telah disediakan. Jangan lupa simpan nomor yang kita ambil.

Setelah itu semua dilakukan, kita tinggal memasukkan alas kaki di rak/lemari yang tersedia dan fasilitas Perpustakaan Daerah bisa kita nikmati. Ayo kita ke Perpustakaan Daerah!(kur)