Rabu, 28 Januari 2015

Rumah Makan dan Pemancingan Lebak Gelora Indah Agung Palembang


Rumah Makan dan Pemancingan Lebak Gelora Indah Agung Palembang, panjang banget ya namanya…. Alasan pertama kali saya datang ke tempat ini karena diajak para alumni Teknik Kimia Unsri untuk makan siang selepas acara pengukuhan gelar Profesor dosen saya, bapak Subriyer Nasir. Awalnya saya hanya tahu akan diajak makan siang di daerah Makrayu (nama salah satu tempat di Palembang), namun ketika sampai di lokasi, saya melihat papan nama yang bertulisakan “Rumah Makan dan Pemancingan”. Sontak saya langsung bersemangat untuk segera melihat ke dalam. Saya penasaran karena sebelumnya saya belum pernah datang ke restoran yang juga sekaligus tempat mancing yang ada di Palembang.

Restoran ini menjadi favorit para alumni Teknik Kimia Unsri untuk santap siang ketika mereka sedang berkumpul di Palembang. Pantas saja, tempatnya yang asri dan dilengkapi dengan kolam pemancingan membuat saya merasa nyaman disini. Selain itu, kita juga dapat menikmati fasilitas rekreasi yang disediakan seperti sepeda roda empat, perahu, live music dan sarana bersantai lainnya.

Untuk bersantap disini, Lebak Gelora menyediakan belasan gazebo kecil dan beberapa gazebo besar. Tergantung berapa jumlah tamu yang memesan untuk satu rombongan. Bahkan untuk gazebo besar dapat menampung hingga 100 orang.

Restoran ini terletak di Jalan Gelora Sultan M Mansyur No 687 Makrayu Palembang. Walau pintu masuknya agak tersembunyi, namun jangan segan untuk bertanya dengan masyrakat disana jika ingin berkunjung ke Lebak Gelora.

Hmm.. dari tadi cerita soal tempat. Bagaimana dengan masakannya?

Lebak Gelora menyediakan masakan khas Sunda dan Chinese. Menunya didominasi dengan Seafood yang penyajiannya berupa porsi bersama. Maksudnya untuk satu hidangan makanan dapat disantap untuk 3-4 porsi. Menurut saya, rasa masakannya sangat bersaing dengan restoran berkonsep keluarga lainnya yang ada di Palembang, sehingga patut dicoba! Salah satu kelebihan lain dari restoran ini adalah hasil pancingan yang kita dapat bisa langsung dimasak dan kita santap disana.(kur)

Senin, 26 Januari 2015

Pulau Kemaro


Saya akan memperkenalkan salah satu objek wisata yang ada di Kota Palembang, yaitu Pulau Kemaro. Pulau ini sering dikunjungi oleh para wisatawan yang sedang berlibur di Kota Palembang. Selain tempat wisata, pulau Kemaro juga dijadikan sebagai tempat ibadah umat Budha. Disana kita dapat melihat pagoda 9 tingkat yang konon katanya tertinggi di Indonesia.

Pulau Kemaro terletak di sebuah delta yang berada di tengah-tengah sungai Musi, sekitar 5 KM arah hulu dari pusat kota Palembang. Jika ingin kesana, kita bisa menyewa perahu ketek yang biasa bersandar di dermaga Benteng Kuto Besak (BKB). Ongkosnya bisa kita negosiasikan semurah mungkin. Biasanya sih para supir perahu ketek menawarkan harga 250 ribu rupiah untuk tujuan BKB - pulau Kemaro – BKB, namun saya mendapatkan harga 90 ribu rupiah setelah tawar menawar. Perjalanan menuju pulau Kemaro memakan waktu sekitar 30 menit.

Disana saya sempat menemui seorang petugas penjaga Pulau, namanya Pak Burhan. Beliau sedikit bercerita tentang Pulau kemaro. Kata kemaro sendiri berasal dari kata kemarau. Menurut masyarakat disana, Pulau Kemaro tidak pernah sekalipun tergenang air, terutama disekitar makam yang diyakini sebagai makam Putri Sriwijaya Dayang Putri dan pengawal Tan Bun Ann.

Di Pulau Kemaro juga terdapat “Pohon Cinta” yang dipercaya masyarakat sana apabaila ada sepasang muda-mudi menuliskan namanya di pohon tersebut, maka hubungan mereka akan berlanjut ke pelaminan. Namun karena sudah banyak coretan-coretan yang terukir di pohon tersebut, sekarang pohon tersebut diberi pagar pembatas agar pengunjung tidak dapat mendekat demi menjaga kelestariannya.

Selain itu, kita juga dapat meihat vihara, klenteng, dan kuli yang biasa digunakan masyarakat Cina untuk berdoa. Pulau ini akan ramai didatangi oleh para pengunjung etnis Cina, baik dari dalam maupun luar negeri pada saat perayaan Cap Go Meh atau 15 hari setelah perayaan Imlek.(kur)

Selasa, 20 Januari 2015

Stasiun Kertapati

Gerbang Stasiun Kertapati

Stasiun Kertapati namanya, merupakan satu-satunya stasiun kereta api yang ada di kota Palembang. Stasiun Kertapati terletak di jalan Ki Merogan kecamatan Kertapati, Palembang. Stasiun ini berada di pinggiran anak sungai Musi.  Jika kita ingin pergi ke stasiun ini, kita bisa menggunakan angkot ataupun bus kota tujuan kertapati.

Stasiun Kertapati melayani tiga rute perjalanan penumpang, yakni tujuan Tanjung Karang (Bandar Lampung), Lubuk Linggau, dan Indralaya (PP). Selain itu stasiun Kertapati juga digunakan sebagai jalur transportasi kereta yang mengangkut batu bara, BBM, dan Karet. Oh ya, untuk kereta yang mengangkut batu bara sering dikenal dengan sebutan kereta Babaranjang atau batu bara rangkaian panjang.

Kereta tujuan Indralaya merupakan kereta yang disediakan khusus untuk mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri). Ya, karena Unsri memiliki dua kampus, di Palembang dan di Indralaya. Jika ingin berkunjung ke Indralaya dengan kereta, kita cukup membayar 2.500 rupiah saja.

Untuk kereta kelas Ekonomi dari stasiun Kertapati berangkat pagi hari, sedangkan kereta kelas Bisnis dan Eksekutif berangkat malam hari. Namun itu tidak berlaku untuk tujuan Indralaya karena hanya berangkat di pagi hari dan tidak ada pilihan kelas kereta. Sebelum berpergian dengan menggunakan kereta, jangan lupa untuk mengecek jam keberangkatannya (bisa melalui internet atau bertanya di minimarket yang menjual tiket kereta).

Saat ini tiket kerata api bisa didapatkan melalui minimarket indomaret dan alfamart. Namun jika kita ingin membeli langsung di stasiun, saya sarankan untuk menghindari calo. Selain harga tiketnya yang bisa dua sampai tiga kali lipat dari harga normal, kita juga bisa bermasalah jika ada pemeriksaan KTP di kereta.(kur)